Home Tugas News Gunadarma 21cineplex

Kamis, 03 Juni 2010

Akuisisi Lima Perusahaan




Perusahaan multimedia PT Mahaka Media Tbk (ABBA) segera melakukan penawaran umum terbatas (PUT) V atau right issue kepada para pemegang sahamnya dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Target dana yang ingin dicapai dalam right issue itu sebesar Rp 139,978 miliar. Dana right issue itu akan digunakan untuk mengakusisi beberapa perusahaan media lain.

Rudi S Laksamana, Direktur Utama Mahaka, menuturkan, jumlah saham yang akan dilepas perseroan sebanyak 1.333.125.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100. "Dimana harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 150 per saham," tutur Rudi.

Rudi menuturkan, dana right issue itu akan digunakan untuk melakukan akuisisi sebesar 80 persen saham PT Adhara Dhanapa Mahardika (ADM) sebesar Rp 12,75 miliar atau 9,11 persen dari total dana right issue. Selanjutnya, sebesar Rp 13,5 miliar (9,64 persen) akan digunakan untuk akuisisi sebanyak 80,83 persen saham PT Emas Indonesia Duaribu (EID).

Lalu, sambung Rudi, Rp 55,5 miliar (39,65 persen) akan dipergunakan untuk penyertaan modal pada PT Danapati Abinaya Investama (DAI). Perseroan akan mengakuisisi sebanyak 50 persen saham DAI. Setelah itu sebesar Rp 11,278 miliar (8,06 persen) untuk penyertaan modal pada PT Suara Irama Indah (SSI). Perseroan akan membeli sebanyak 20 persen saham SSI tersebut.

Selanjutnya, sekitar Rp 19 miliar (13,57 persen) untuk penyertaan modal pada PT Radio Attahiriyah (RA), di mana perseroan akan mengambil sebanyak 20,03 persen saham RA. Kemudian, Rp 17,6 miliar (12,57 persen) untuk menambah modal anak usahanya PT Republika Media dan sisanya sebesar Rp 8,5 miliar (6,07 persen) untuk modal kerja perseroan. "Dengan akuisisi itu, Mahaka Media menjadi (complete media) yang terdiri dari media cetak, elektronik, radio dan maya," paparnya.

Dijelaskan dalam prospektus perseroan, rasio rights issue itu ditetapkan 16:15 dalam arti setiap pemegang 16 saham lama berhak mengeksekusi 15 saham baru yang akan diterbitkan ABBA. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terdilusi hingga 48,39 persen.

Namun, apabila saham baru yang ditawarkan dalam PUT V ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Dan jika masih ada HMETD yang belum dilaksanakan, maka seluruh sisa sahamnya akan dibeli oleh pembeli siaga (standby buyer). Yang bertindak dalam standby buyer aksi korporasi itu, yaitu bos PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir, dengan maksimum sampai dengan satu miliar saham (36,3 persen) dan sisanya oleh PT Wahana Makmur Sejati sampai dengan 333.125.000 saham.

Untuk aksi korporasi itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang sahamnya pada 29 Juni mendatang. Selanjutnya, untuk tanggal terakhir pencatatan pemegang saham yang berhak atas HMETD diperkirakan pada 9 Juli, distribusi sertifikat bukti HMETD diperkirakan pada 12 Juli, tanggal pencatatan saham baru di BEI diperkirakan pada 13 Juli, tanggal pembayaran, pendaftaran dan pelaksanaan HMETD pada 13 -19 Juli. (far/aj/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=65027

Unilever Merger dengan Knorr


PT Unilever Indonesia Tbk. menggabungkan usahanya atau merger penuh dengan PT Knorr Indonesia. Merger ini merupakan kelanjutan akuisisi Unilever terhadap 99,99 persen saham PT Knorr yang berlangsung Januari lalu.

"Merger ini diharapkan bisa mendapatkan sinergi dan efisiensi operasional lebih lanjut," kata Direktur Utama Unilever Maurits Lalisang dalam paparan publik di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (23/6).

Keputusan merger ini sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ini. Menurutnya ada merk produksi PT Knorr sudah cukup tenar di dunia. Akuisisi ini merupakan rangkaian akusisi perusahaan induk PT Knorr di Amerika oleh perusahaan induk Unilever di Belanda. "Knorr bisa memanfaatkan jaringan distribusi Unilever di Indonesia," kata dia.

Menurut Maurits, Unilever masih mengkaji kemungkinan akusisi atau merger dengan perusahaan lainnya selama 2004 ini. Menurutnya, Unilever terus mencari kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan melalui akuisisi atau mengembangkan kinerja perusahaan (organic growth).

Maurits tidak menyebutkan nama perusahaan yang akan diambil alih ini karena belum sampai tahap yang matang. "Rencana selalu ada tapi mengakuisisi perusahaan bukan persoalan yang mudah," kata dia.

Tahun 2004, lanjut dia, tingkat konsumsi kebutuhan rumah tangga sedikit melemah. Namun Maurits optimis tingkat penjualan bisa meningkat sekitar 10 sampai 15 persen. Selama 2003 Unilever membukukan keuntungan sebesar Rp 8,1 triliun.

Unilever juga membukukan laba bersih sebesar Rp 1,297 triliun. Dalam rapat ini, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 200 per saham yang merupakan 118 persen dari laba bersih atau total Rp 1,526 triliun. Kelebihan dividen di atas laba ini merupakan tambahan dari laba yang ditahan tahun lalu.

Sebelumnya Unilever telah membayar dividen interim sebesar Rp 50 per saham pada Maret 2004. Sementara sisanya Rp 80 per saham akan dibagikan pada Agustus 2004. Total dividen Rp 200 per saham ini meningkat 67 persen dari tahun sebelumnya.

Maurits mengatakan tingginya jumlah dividen ini berkaitan dengan ulang tahun PT Unilever ke-70. Menurutnya jumlah dividen ini tidak akan berpengaruh pada posisi dana tunai perseroan. "Dana perseroan berada dalam posisi surplus sepanjang tahun dengan posisi dana akhir sebesar Rp 1,1 triliun," kata dia.

Unilever juga menganggarkan dana belanja atau capital expenditure sebesar US$ 140 juta tahun 2004 ini. Dana ini akan digunakan untuk penambahan kapasitas produk Unilever. Selain itu, Unilever juga menganggarkan dana US$ 500 juta untuk investasi selama 10 tahun. Besarnya investasi tiap tahun, kata Maurits, tergantung kebutuhan perseroan mengembangkan usahanya.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2004/06/23/brk,20040623-34,id.html

Sabtu, 01 Mei 2010

Corporate Culture

Budaya perusahaan yang pernah menjadi wacana utama bisnis pada era 1980-an ternyata masih menjadi topik hangat yang mampu menarik perhatian banyak orang di masa kini.

Red Piramid, sebuah perusahaan konsultasi bisnis berhasil memanfaatkan peluang ini dengan menggelar Corporate Culture Festival beberapa saat yang lalu. Acara yang mengumpulkan pembicara dari praktisi, akademisi, maupun konsultan ini berhasil menarik peserta hingga melebihi target yang direncanakan oleh panitia.

Pada acara yang sama, diluncurkan buku berjudul Corporate Culture: Challenge to Excellence. Buku ini berisi kumpulan pemikiran, wawasan dan inspirasi tentang budaya perusahaan yang disampaikan oleh para pakar serta praktisi perusahaan-perusahaan unggul di Indonesia. Sebagian besar di antara mereka adalah pembicara dalam acara Corporate Culture Festival tersebut.

Sebanyak 23 artikel dari para pakar budaya perusahaan itu dibagi menjadi 5 bagian. Pertama, Budaya Perusahaan dan Kinerja, yang berisi tulisan dari, antara lain, Herry Tjahjono, Erwin Tenggono, Sudhamek AWS dan Herris B. Simandjuntak.

sumber: http://www.portalhr.com

Falsafah perusahaan Honda Mugen

HONDA MUGEN adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa perawatan dan perbaikan kendaraan bermotor, khususnya mobil Honda, dengan standart mutu dealer, penyediaan suku cadang asli, dan penjualan unit kendaraan baru Honda.

Sejak berdirinya HONDA MUGEN, selalu mengacu pada falsafah perusahaan Honda. Falsafah perusahaan Honda adalah sebagai berikut :

"Dengan mempertahankan pendapat internasional, kami mempersembahkan produk-produk yang berefisiensi tertinggi dengan harga yang pantas demi kepuasan pelanggan di seluruh dunia".

Dengan berlandaskan pada falsafah itulah, maka hingga saat ini Honda Mugen tetap bisa menjalankan kegiatan operasional perusahaanya.

Untuk memenuhi falsafah yang mencakup mengenai kepuasan pelanggan HONDA MUGEN mempunyai 3 divisi yang akan memberikan pelayanan yang terbaik dan professional.

Divisi Sales
Bagian sales / penjualan tidak hanya menjual unit mobil baru, tapi juga akan membantu para pelanggan dalam hal cara pembiayaan, asuransi kendaraan dan juga mengenai seluk beluk kendaraan. Sehingga tidak mengherankan bila dalam 2 tahun berturut-turut HONDA MUGEN menjadi Best performance Dealer in Sales.

Divisi Service
Divisi Service mempunyai dua bagian yaitu general repair dan body repair yang semuanya didukung oleh teknisi berpengalaman standard Honda. Dalam pelayanan service dan reparasi, maupun perbaikan body / cat, kami dapat menjemput dan mengantarkan kembali kendaraan pelanggan dengan menyediakan Derek Gratis bagi pelanggan aktif di wilayah jabotabek.

Divisi Spare Part
Untuk memudahkan di dalam pengerjaan perawatan dan reparasi kendaraan, divisi Spare part menyediakan dan melayani penjualan suku cadang yang langsung didatangkan dari Honda Prospect Motor selaku distributor tunggal. Untuk merk non Honda, suplier dari dealer resmi telah menjadi mitra untuk penyediaan suku cadang, sehingga keaslian serta distribusinya terjamin.

Jumat, 09 April 2010

Analisis SWOT




Analisis SWOT ("kekuatan"/strengths, "kelemahan"/weaknesses, "kesempatan"/opportunities, dan "ancaman"/threats)
adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.



Sumber : http://id.wikipedia.org

Visi dan MISI serta Nilai Perusahaan BENTOEL GROUP




* Profil Perusahaan

Perseroan didirikan dengan nama PT Rimba Niaga Idola berdasarkan Akta No. 247 tanggal 11 April 1987, yang dibuat dihadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C2-1219.HT.01.01.Th.89 tanggal 4 Pebruari 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 10 Nopember 1989 Tambahan No. 2990/1989. Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 27 Desember 1996, nama Perseroan diubah menjadi PT Transindo Multi Prima Tbk.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 56 tertanggal 25 Februari 2000 dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmy, S.H., di Jakarta yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dalam Keputusan No. C – 3988. HT.01.04.TH.2000 tertanggal 28 Februari 2000, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan nomor TDP No.090315228222 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah No.260/RUB.09.03/III/2000 pada tanggal 15 Maret 2000 serta diumumkan dalam Tambahan No. 4862 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 29 Agustus 2000, nama PT Transindo Multi Prima Tbk dirubah menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Visi, Misi, Nilai Perusahaan dan Strategi Korporasi merupakan komponen dari The Winning Formula (TWF) yang disusun berdasarkan cetak biru perusahaan yaitu Bentoel Strategic Scenario (BSS). BSS merupakan landasan dalam menyusun rencana jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek supaya rencana dan pelaksanaannya dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan.

Visi

Menjadi perusahaan besar yang terpandang, menguntungkan dan memiliki peran dominan dalam industri rokok domestik.

Misi

Menyediakan produk-produk inovatif bermutu tinggi yang memenuhi, bahkan melebihi harapan konsumen sekaligus memberikan manfaat bagi semua Stakeholder.


Nilai-nilai Perusahaan

- Karyawan adalah aset utama perusahaan
- Profesionalisme harus dimiliki oleh setiap karyawan
- Inovasi merupakan kunci untuk meraih sukses masa depan
- Kerjasama tim adalah kekuatan kita
- Keunggulan harus menjadi budaya kerja kita

Strategi Korporasi

- Membangun kompetensi SDM
- Mendisain ulang dan mentransformasi bisnis
- Mendorong kualitas ke seluruh organisasi
- Mengembangkan portofolio produk untuk memenuhi kebutuhan pasar
- Meningkatkan perolehan keuntungan

Sumber : http://bentoel.co.id

Senin, 02 November 2009

Etika Profesi Akuntan dengan Akuntan yang Lain dan Kode Etik Setiap Akuntan

Akuntan Publik adalah akuntan profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang dibuat oleh kliennya dan juga menjual jasa konsultan pajak, konsultasi bidang manajemen, penyusunan sistem akuntansi, dan penyusunan laporan keuangan (Auditing ; Mulyadi, 1992:27). Yang disebut sebagai akuntan publik adalah yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP). Untuk berpraktik sebagai Akuntan Publik, seseorang harus memenuhi persyaratan pendidikan dan pengalaman kerja. Telah lulus dari fakultas ekonomi, jurusan akuntansi. Telah mendapat gelar akuntan dari panitia ahli pertimbangan persamaan ijazah akuntan dan mendapat ijin praktik dari menteri keuangan. Profesi akuntan publik dibayar oleh kliennya tapi berbeda dengan profesi lainnya, karena seorang akuntan harus bersikap independen atau tidak memihak kepada siapapun sekalipun klien yang telah membayarnya.

Akuntan Pemerintahan adalah akuntan profesional yang bekerja di instansi pemerintahan, yang tugas pokoknya melakukan pemeriksaan terhadap pertanggung jawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggung jawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Meskipun terdapat banyak akuntan yang bekerja di instansi pemerintah, namun umumnya yang disebut akuntan pemerintah adalah yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Instansi Pajak.

Akuntan Manajemen Perusahaan atau Akuntan Intern ialah bekerja pada sebuah perusahaan dan berpartisipasi dalam mengambil keputusan mengenai investasi jangka panjang, menjalankan tugas sebagai akuntan yang mengatur pembukuan dan pembuatan ikhtisar-ikhtisar keuangan, atau membuat sistem akuntansi perusahaan. Peran akuntan menajemen sangatlah besar karena dapat membantu pihak manajemen dalam menginterprestasikan data akuntansi yang ada dalam suatu perusahaan, dalam hal ini profesionalisme akuntan sangatlah menentukan untuk mencarikan jalan keluar dalam menghadapi kesulitan yang sedang dialami oleh perusahaan.


Akuntan Pendidik adalah profesi akuntan yang memberikan jasa berupa pelayanan pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidik yang ada, guna melahirkan akuntan-akuntan yang terampil dan profsional. Profesi akuntan pendidik sangat dibutuhkan bagi kemajuan profesi akuntansi itu sendiri karena ditangan merekalah para calon-calon akuntan dididik. Akuntan pendidik harus ddapat melakukan transfer of knowledge kepada mahasiswanya, memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan menguasai pengetahuan bisnis dan akuntansi, teknilogi informasi dan mampu mengembangkan pengetahuannya melalui penelitian.

Pendapat Pribadi

* Menurut saya setiap profesi akuntan memiliki etika profesinya masing-masing, tetapi semua harus sesuai dengan bidang masing-masing profesi akuntan. Semua telah tercantum pada kode etik masing-masing profesi akuntan.



Kode etik Para Akuntan

* Tanggung jawab prolesi, Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

* Kepentingan Publik, Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
* Integritas, Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
* Obyektivitas, Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
* Kompetensi dan kehati-hatian profesional, Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
* Kerahasiaan, Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
* Perilaku Profesional, Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
* Standar Teknis, Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.